Jumat, 13 Juli 2012

SETIA SAMPAI MATI

APA KAU TAK MENGERTI

Setiap kali aku memejamkan mata ini
Hanya dirimu yang selalu muncul di mimpi
Setiap kali aku menghitung hari
Hanya engkau yang selalu lewat dihati

Setiap kali aku berdiri disini
Apa yang ku cari??
Apa engkau mengetahui hal ini?
Aku hanya mencari cintamu kembali

Mungkin, dia bukan pelabuhan cintaku
Mungkin, dia bukan tambatan hatiku
Mungkin, dia bukan pendamping hidupku
Mungkin di bukan jodohku

Aku rela mati untukkmu
Aku rela mati sekarang hanya untuk pertahankan cinta kita
Namun, yang sekarang kulihat
semua cintamu telah menghilang

Setiap hari aku hanya menunggu cintamu
Setiap hari aku menunggu kehadiranmu
Setiap hari hanya aku yang selalu mengingatmu
Sampai matipun aku akan selalu mengenang dirimu

Apa kau tak mengerti??


Hohoho.... tau sendiri donk puisi diatas tentang apaan??? Tapi, itu ga terjadi sama gue kok. Gue Cuma menuliskan puisi untuk HEWAN. Bukan untuk manusia. Hmmm, ada yang tau kisah HACHI-ko.  

 Hachiko di usia senja

Adakah yang mengetahui kisah anjing dari Jepang ini?? oke, akan gue bahas dah... http://eemoticons.net



Lahir 10 November 1923, seorang anak anjing jantan berjenis Akita Inu  kelahiran Odate, Prefektur Akita. Hachi menjadi anjing peliharaan Profesor Hidesaburo Ueno yang mengajar ilmu pertanian di Universitas Kekaisaran Tokyo. Prof, Ueno sangat menyayangi anjing – anjingnya. Selain, Hachi ada 2 anjing di rumahnya yaitu S dan John.
Setiap hari, Prof. Ueno, selalu mengajak Hachi dan ke 2 anjingnya untuk mengantar ia pergi kerja. Terkadang hachi mengantar sampai ke gerbang rumah bahkan sampai ke stasuin dekat rumahnya yaitu Stasiun Shibuya. Dan setiap petang hachi dan 2 anjing lainnya menunggu Prof. Ueno di stasiun untuk menjumputnya setelah bekerja.
Kegiatan mengantar dan menjemput Prof. Ueno rajin dilakukan Hachi. Hachi sangat menyayangi Prof. Ueno dan begitu sebaliknya. Namun kebahagiaan itu tak bertahan lama.
Sampai akhirnya, 21 Mei 1925 Prof Ueno meninggal setelah mengikuti rapat di kampus. Seperti biasa Hachi menunggu Prof. Ueno setiap petang. Namun, kali ini ia tak kunjung menemui Prof. Ueno. Bahkan, demi menunggu majikannya pulang kerja itu Hachi tak mau makan 3 hari. Namun, Hachi belum mengetahui kalau si Prof. Ueno telah tiada. http://eemoticons.net
Menjelang hari pemakaman Prof. Ueno hachi belum mengetahui kalau Prof Ueno telah meninggal.
Walau akhirnya Hachi telah mengetahui bahwa tuannya telah tiada, Hachi tetap menunggu Prof. Ueno di stasiun Shibuya. Dengan harapan bahwa ia tetap bertemu kembali. Dengan sabar, setiap sore Hachi menunggu tuannya itu. Entah apa yang dipikirkan oleh Hachi. Sampai – sampai ia terus menunggu tuannya yang telah tiada. http://eemoticons.net
Pada tahun 1932, ada orang yang menuliskan kisah tentang Hachi. Mulai saat itu, orang – orang yang melihat Hachi di sore hari mulai menyayanginya. Mereka menaruh simpati kepada anjing yang selalu setia menunggu tuannya di stasiun Shibuya. Nah, sejak itu juga akhiran –Ko yang artinya Sayang di tambahkan di belakang nama hachi. Menjadi Hachi-ko.
Setelah perjuangan dan kesabarannya menunggu Prof. Ueno selama sebelas tahun, Hachiko ditemukan telah mati di Jembatan Inari, sungai Shibuya. http://eemoticons.net Diketahui bahwa Hachiko tak pernah ke tempat itu. Setelah dilakukan otopsi, Hachiko terserang Filariasis.


Yah, namanya juga kasih sayang. Tiada yang bisa menghentikannya. Hanya kematian yang dapat menghentikannya. Sebenernya gue udah tau kisah ini saat gue SD. Tapi ga begitu paham. Ya iyalah, secara gue masih SD, masa ya mau dikasih kisah mengahrukan seperti ini ga mungkin banget lah.. http://eemoticons.net

Well, sebagai penghormatan kepada Hachiko yang setia menunggu tuannya, didekat stasiun Shibuya didirikan patung Hachiko.



13 komentar:

  1. udah tau seh...
    hewan bsa jga setia, ya??
    kita jgn mpe kalah ne..lha??hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. O ya Jelas donk. Kite sebagai makhluk yang lebih baik harus bisa bersikap lebih baik juga. Masa kalah sama hewan. Ye ga??

      Hapus
  2. Keren banget ya si Hachiko...
    Aku belum nonton filmnya euy...

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan keren. tapi LUAR BIASA
      filmnya keren mbak. tapi, versinya ada banyak ga cuma satu doank :)

      Hapus
  3. udah tahu ceritanya,
    hewan aja bisa setia, ko manusia kalah sama hewan? #ups

    BalasHapus
    Balasan
    1. sering - sering berkaca aja. sudahkah saya bersikap lebih baik dari yang lain? agar saya tidak kalah dengan satwa?? #tsahh *ngaco 4be3zz*

      Hapus
  4. gue uda tau ceritanya, ngebayanginnya aja bikin gue merinding, emang kisah Hachi-ko ini menginspirasi bgt , thumb up!

    BalasHapus
    Balasan
    1. sumber inspirasi yang kece, thumb up 4 Hachiko !!

      Hapus
  5. cerita hachiko selalu bikin aku nangis baguss bangett :D
    Artinya dalemm

    *follback yaa..*

    BalasHapus
  6. hachiko yah, hmm pesan dari filem nya ngena banget :)
    visit back yaah

    BalasHapus
    Balasan
    1. sangat merasuk dan menggugah pikiran kita :'D

      Hapus

Pembaca yang baik selalu meninggalkan jejak komentar yang baik. Dapet pahala donk.. Semua komentar bisa masuk asal tidak menyinggung pihak manapun yah ^^

Translate it on: