Selasa, 03 April 2012

JAVANISE STORY

Well, hei para pembaca setia blog inyih !!!! nyahahahaha..... gimana kabar gue?? Tetep kece donk. Gw gitu loh. Hmm beberapa hari ini gw baru ngerasain banget yang namanya GALAU yang bukan disebabkan oleh CINTA. Tapi, disebabkan oleh sesuatu yang lebih penting dari uang dan cinta. Pengen tau ?? beneran?? Enggak nyesel?? Ya udah kalo gw maksa. Gw itu selama 1 minggu ini kehabisan PULSA MODEM ! aaaa *teriak seksi*  http://eemoticons.net



But, ke-GALAU-an gw berkurang gara – gara nenek gw dengan seneng cerita tentang kisah PEWAYANGAN  JAWA. Yaitu  cerita tentang DEWI SRI. cerita ini juga cukup populer dikalangan orang - orang yang asli JAWA TENGAH.




Mungkin kalian pernah denger cerita ini tapi dalam bahasa Indonesia. Tapi kalo belum simak dengan baik yeee.... nyahahahahaha http://eemoticons.net





Pada jaman dahulu banget di kahyangan para dewa dan dewi hidup dengan aman dan makmur. Hidup seorang dewi yang amat cantik. Dewi Sri namanya. Karena kecantikannya yang tiada tara itu, banyak kalangan dewa yang menyukai dewi Sri, tak terkecuali manusia. Karena dewi tau bahwa dirinya itu di sukai oleh para dewa dan manusia, lama – kelamaan dia menjadi sombong.

Pernah suatu hari, dewi Sri turun ke bumi untuk melihat – lihat keadaan bumi. Ketika sampai di bumi dewi sri sangat terkejut ketika melihat sebuah desa yang rakyatnya di huni oleh penduduk yang kelaparan.

Para penduduk yang melihat dewi sri pun memohon di hadapannya agar desanya di beri berkah untuk para penduduk berupa beras. Semua orang memohon pada Dewi Sri. Tetapi karena diselimuti rasa kesombongan, dewi Sri pun tak mengubris permohonan para penduduk dan memilih untuk kembali ke kahyangan.

Sesampainya di kahyangan, dewi Sri bertemu dengan batara guru yang mengetahui kejadian yang barusan di alami oleh dewi Sri.

“ Baginda guru, maaf saya tidak memohon ijin untuk turun ke bumi” kata Dewi Sri.


“Duhai dewi. Kenapa engkau turun ke Bumi??” tanya Batara guru


“hamba ingin memberi berkah kepada penduduk di bumi baginda. Tetapi, setelah hamba lihat – lihat, ternyata mereka sudah mendapat jatah yang layak dan hamba rasa sudah tap perlu ditambahkan lagi baginda.”


“apa engkau berkata jujur?”

Dengan gugup dewi sri hanya mengangguk pelan. Seketika, batara guru mulai marah dengan perbuatan dewi Sri.

“kenapa engkau tidak memberi makan kepada penduduk di desa itu dewi Sri?” tanya batara guru


“hamba sudah memberi mereka makan, baginda.”


“apakah engkau yakin? Saya memiliki sepasang bola  mata yang dapat melihat seluruh alam. Tubuh yang besar sehingga dapat memindah bulan dan matahari. Pikiran yang tajam sehingga dapat memutar balik siang dan malam. Jangan berdusta dewi. Karena sesungguhnya saya tau apa yang engkau perbuat di bawah sana.”


“ampun baginda !! hamba mengaku salah.”


“kenapa engkau tak memberi mereka makan?”


“hamba tidak dapat memberitahu baginda. Maaf !”


“kenapa tidak?”

Dewi sri hanya diam saja. Dia takut akan hukuman yang diterimanya nanti. Dewi sri menangis dan berlutut ke batara guru, memohon agar tidak mendapat hukuman. Tapi, nasi udah mejadi bubur dan tak bisa jadi lontong. Oh mai gat !!!


“rasa kesombongan telah menutupi hatimu. Kesombongan karena parasmu tidak ada apa – apanya. Kesombonganmu merupakan jalan yang menuntunmu ke jalan yang salah. Jalan yang menyesatkan kebaikanmu. Jalan yang suram untuk terlihat. Jalan yang mudah diikuti, tapi sulit untuk keluar. Harusnya engkau malu akan perbuatanmu dewi !”


“maafkan saya baginda ! saya sadar saya salah. Apakah baginda akan menghukum hamba yang engkau karuniai paras nan rupawan ini?”


“bukan saya yang memberi paras nan indah. Tapi kebaikan orang tuamu yang memberi paras nan rupawan itu. Namun, kesombonganmu yang telah mengkhianati kebaikan orang tuamu. Sehingga parasmu itu tak ada gunanya lagi. Maka sebagai balasan agar engkau jera. Akan aku rubah wujudmu menjadi seuatu yang berguna bagi penduduk yang memohon berkahmu. Ke bentuk dimana engkau tak bisa menyombongkan diri lagi. Ke bentuk dimana engkau akan berbagi dengan orang lain. berubah ke wujud yang lemah jika tak dirawat orang lain. engkau akan kurubah menjadi bentuk yang dapat memberi orang – orang disana makan dengan layak.”

Seketika Langit menjadi suram. Bunyi guntur terdengar menggelegar. Angin bertiup dengan kencang. Hujan turun dengan lebatnya. Dewi sri hanya bisa menangis selama dirinya berubah dan jatuh ke bumi. Dewi sri hanya berteriak meminta ampun. Tapi sia –sia karena wujudnya telah berubah menjadi PADI. Tanaman kecil yang banyak memberi kehidupan di muka bumi ini.



Well, gimana?? Bagus ga?? Itu cerita nenek gw loh. Bukan dari gw sendiri. Dan menurut gw, jadi orang itu janganlah suka menyombongkan diri. Mentang – mentang punya kelabihan yang dipuja – puja orang. Jadi sombong gitu?? Enggak !!!! yang ada kelebihanmu itu akan jadi kekurangan di dirimu sendiri yang udah ditutup oleh rasa kesombongan.

jadi, kalo orang jawa bilang, "dewi sri itu baik. bener. emang baik karena ngasih kehidupan dibumi berupa beras untuk dimakan. tapi dewi sri juga buruk karena sifat SOMBONG yang ada dalam dirinya."


Yeah ! thx udah mampir di sini. Kalo ada salah kata gw minta maaf. Kalo kalian suka ya makasih banget. Kalo ga suka juga ga apa-apa. 


4 komentar:

  1. oalah gitu thow ceritanya si Dewi Sri, oh ya bukannya ada cerita ya kalau dewi sri minta kita juga makan sayur, daging, dll biar ada temennya di perut kita :roll:

    BalasHapus
    Balasan
    1. redbike # emang ada ya??? tapikan di setiap daerah di pulau jawa beda - beda :3

      Hapus
  2. katanya dewi sri itu asli banyuwangi?
    ehh. yang bener yang mana sih?
    kok jadi galau gini sih dewi srinya. ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ocha # loh. kan saya ga bilang cerita ini asli Jawa Tengah :)

      Hapus

Pembaca yang baik selalu meninggalkan jejak komentar yang baik. Dapet pahala donk.. Semua komentar bisa masuk asal tidak menyinggung pihak manapun yah ^^

Translate it on: